-->

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Ptk) Pkn Lengkap (Bab I, Ii, Iii, Iv Dan V Serta Pola Lampiran)

efektivitas upaya penerapan Metode Tanya Jawab dengan variasi media pembelajaran terhadap peningkatan hasil berguru siswa dalam mata pelajaran PKn

(Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VIII-A SMPN 1 Cadasari dalam materi asuh Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara)


oleh:

AINA MULYANA, S.PD
NIP. 132 257 658

Dibiayai oleh
Direktorat Profesi Pendidikan, Direktorat Jendral PMPTK, Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2007
Dengan perjanjian pelaksanaan penelitian
Nomor: 4645/F2/KP/2007


SMP NEGERI 1 CADASARI
KABUPATEN PANDEGLANG
PROVINSI BANTEN


DIREKTORAT PROFESI
DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MUTU TENAGA PENDIDIKAN DAN KEPENDIDIKAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2007

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memperlihatkan berkah dan rahmat-Nya sehingga penulis sanggup menuntaskan laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang diberi judul “efektivitas upaya penerapan Metode Tanya Jawab dengan variasi media pembelajaran terhadap peningkatan hasil berguru siswa dalam mata pelajaran PKn (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VIII-A SMPN 1 CADASARI dalam materi asuh Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara)”                                  
Tujuan penyusunan laporan PTK ini ialah untuk memperlihatkan informasi beberapa temuan yang telah diperoleh sehingga sanggup dijadikan materi kajian rekan-rekan guru dalam memberikan materi pelajaran PKn, khususnya dalam materi “Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara”.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan  terima kasih kepada banyak sekali pihak yang telah turut aktif dalam pelaksanaan PTK dan dalam penyusunan laporan ini. Semoga kebaikannya sanggup diterima sebagai amal kebaikan di sisi Allah SWT.
Penulis menyadari materi PTK ini masih mempunyai bebagai kekurangan. Namun demikian, penulis mengharapkan semoga laporan PTK ini mempunyai manfaat yang sebesar-besarnya.

Pandeglang,                           2007

DAFTAR ISI
                                                                       


hal
Lembaran Pengesahan
i
Kata Pengantar
ii
Daftar Isi
iii
ABSTRAK
iv
BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
1

B. Permasalahan
2

C. Rumusan Masalah
2

D. Tujuan Penelitian
2

E. Manfaat Penelitian
3

F. Sistematika Penulisan
3
BAB II
LANDASAN TEORI


A. Hakekat Pembelajaran
4

B. Hakekat Metode Tanya Jawab
14

C. Hipotesis Tindakan
17
BAB III
METODELOGI PENELITIAN


A. Setting Penelitian
18

B. Persiapan penelitian
18

C. Siklus Penelitian
19

D. Teknik Pengumpulan Data
20

E. Teknik Analisis Data
21
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Siklus 1
23

B. Siklus 2
27

C. Siklus 3
32
BAB V
KESIMPULAN


A. Simpulan
36

B. Saran
36
DAFTAR PUSTAKA
38
LAMPIRAN
39














ABSTRAK


AINA MULYANA, S.PD
EFEKTIVITAS upaya penerapan stimulus “membuat karangan” dan “menggambar” DENGAN Metode Tanya Jawab  TERHADAP peningkatan hasil berguru siswa dalam pembelajaran PKn (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VIII-A SMPN 1 CADASARI dalam materi asuh Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara)


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prosentase ketercapaian atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diperioleh siswa kelas VIIIA SMPN 1 Cadasari. Dari jumlah siswa 36 orang yang mengikuti post tes pada materi asuh Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara dengan pembelajaran model Cooperatif Leraning, hanya 17 orang yang sanggup dinyatakan lulus (47,22%) dan sisanya sekitar 19 orang dinyatakan belum lulus (52,78%). Data tersebut memperlihatkan bahwa hasil berguru dalam materi asuh tersebut sanggup dinyatakan belum tuntas. Ketidaktuntasan tersebut terlihat dari bukti prosentase kelulusan seluruh siswa hanya mencapai 47,22%. Prosentase tersebut jauh dari prosentase ideal antara 80% - 100%. Bahkan prosentase kelulusan tersebut ternyata lebih kecil daripada prosentase ketidaklulusan. Oleh lantaran itu, untuk masalah tersebut perlu diadakan remedial klasikal. Proses remedial klasikal dalam masalah ini penulis lakukan melalui kegiatan penelitian tindakan kelas.
Rumusan permasalahan penelitian ini adalah: “Bagaimana efektivitas upaya penerapan Metode Tanya Jawab dengan variasi media pembelajaran terhadap peningkatan hasil berguru siswa dalam mata pelajaran PKn khusus dalam materi Ideologi Pancasila  pada siswa kelas VIII A SMPN 1 Cadasari, Pandeglang.”
Adapun tujuan kegiatan penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) untuk mengetahui penerapan Metode Tanya Jawab  dengan variasi media pembelajaran dalam pembelajaran PKn; dan (2) untuk mengetahui efektivitas penerapan Metode Tanya Jawab  dengan variasi media pembelajaran dalam pembelajaran PKn terhadap peningkatan hasil berguru siswa;
Hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 3 siklus penelitian sanggup disimpulkan:
1.      Selama berlangsung PTK, upaya penerapan metode Tanya Jawab  dangan variasi media pembelajaran telah dikelola dengan baik.
2.      Kegiatan pembelajaran dengan metode Tanya Jawab  dengan variasi media yang dikelola dengan baik ternyata cukup efektif terhadap peningkatan hasil berguru siswa
3.      Media pembelajaran membuat karangan dan menggambar yang divariasikan dengan Metode Tanya Jawab ternyata cukup efektif untuk memberikan materi Pancasila sebagai Dasar Negara dan sebagai Ideologi Negara.
4.      Hipotesis tindakan yang menyatakan “apabila upaya penerapan metode Tanya Jawab  dangan variasi media pembelajaran sanggup berjalan efekltif, maka hasil berguru siswa akan meningkat” dapat diterima.

Kata Kunci: Upaya, stimulus, dan Metode Tanya Jawab

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Tugas seorang  guru dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa tidaklah mudah. Guru harus mempunyai banyak sekali kemampuan yang sanggup menunjang tugasnya biar tujuan pendidikan sanggup dicapai. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam meningkatkan kompetensi profesinya ialah kemampuan berbagi model pembelajaran.
Dalam berbagi  model pembelajaran seorang guru harus sanggup menyesuaikan antara model yang dipilihnya dengan kondisi siswa, materi pelajaran, dan sarana yang ada. Oleh lantaran itu, guru harus menguasai beberapa jenis model pembelajaran biar proses berguru mengajar berjalan lancar dan tujuan  yang  ingin dicapai sanggup terwujud.
Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, khususnya dalam pembelajaran PKn di daerah-daerah yang sumber daya manusianya masih kurang, guru mengalamai kesulitan dalam berbagi model pembeajaran Cooperatif Learning. Ini pun terjadi di SMPN 1 Cadasari pada kelas VIII A dari jumlah siswa 36 orang yang mengikuti post tes pada materi Ideologi Pancasila dengan pembelajaran model Cooperatif Leraning, hanya 17 orang yang sanggup dinyatakan lulus (47,22%) dan sisanya sekitar 19 orang dinyatakan belum lulus (52,78%). (Data selangkapnya sanggup dilihat pada tabel di lampiran).
Data tersebut memperlihatkan bahwa hasil berguru PKn pada kelas VIIIA materi Ideologi Pancasila sanggup dinyatakan belum tuntas. Ketidaktuntasan tersebut terlihat dari bukti prosentase kelulusan seluruh siswa hanya mencapai 47,22%. Prosentase tersebut jauh dari prosentase ideal antara 80% - 100%. Bahkan prosentase kelulusan tersebut ternyata lebih kecil daripada prosentase ketidaklulusan. Oleh lantaran itu, untuk masalah tersebut perlu diadakan remedial klasikal. Proses remedial klasikal dalam masalah ini penulis lakukan melalui kegiatan penelitian tindakan kelas.
Dalam rangka meningkatan prosentase kelulusan atau hasil berguru siswa kelas VIIIA tersebut, tentunya guru  dituntut merancang model pembelajaran yang lebih sempurna serta penerapan media pembelajaran yang variatif. Berdasarkan kenyataan itulah penulis (guru) mencoba mengadakan PTK melalui penerapan model pembelajarn questioning dengan banyak sekali variasi media pembelajaran.

B. Permasalahan
Berdasarkan uraian di atas permasalahan yang teridentifikasi dalam penelitian ini adalah:
1.      Hasil pembelajaran materi Ideologi Pancasila dalam mata pelajaran PKn Kelas VIII A SMPN 1 Cadasari  dengan model pembelajaran Cooperatif Learning masih kurang memuaskan.
2.      Terdapat banyak factor yang mengakibatkan hasil berguru kurang optimal. Salah satu penyebabnya ialah ketidaktepataan penggunaan model Cooperatif Learining dalam pembelajaran materi Ideologi Pancasila pada kelas VIII A SMPN 1 Cadasari.
3.      Perlu adanya model pembelajaran lain yang digunakan untuk peningkatan hasil belajaran PKn dalam materi Ideologi Pancasila di kelas VIII A SMPN 1 Cadasari, yang salah satunya ialah penerapan Metode Tanya Jawab dengan variasi media pembelajaran.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan di atas, rumusan duduk masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
“Bagaimana efektivitas upaya penerapan Metode Tanya Jawab dengan variasi media pembelajaran terhadap peningkatan hasil berguru siswa dalam mata pelajaran PKn khusus dalam materi Ideologi Pancasila  pada siswa kelas VIII A SMPN 1 Cadasari”

D. Tujuan Penelitian
Tujuan kegiatan penelitian tindakan kelas ini adalah:
(1) untuk mengetahui penerapan Metode Tanya Jawab  dengan variasi media pembelajaran dalam pembelajaran PKn.
(2) untuk mengetahui efektivitas penerapan Metode Tanya Jawab  dengan variasi media pembelajaran dalam pembelajaran PKn terhadap peningkatan hasil berguru siswa;

E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dibutuhkan dari kegiatan penelitian tindakan kelas  ini adalah:
(1) sebagai materi pertimbangan atau masukan penulis dalam penyusunan taktik (penerapan metode, model dan langkah-langkah) pembelajaran PKn selanjutnya;
(2) dibutuhkan sanggup dijadikan masukan bagi instansi pemerintah, cq Dinas Pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan; dan
(3) semoga sanggup memperlihatkan sumbang saran yang positif bagi para guru-guru PKn di lapangan.

E.   Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini ialah sebagai berikut:
Bab I      Pendahuluan, berisi rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian.
Bab II     Kajian Teori dan Hipotesis Tindakan, berisi ulasan singkat berdasarkan teori yang berkaitan dengan permasalahan penelitian dan pengajuan hipotesis tindakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian.
Bab III   Metode Penelitian, berisi seeting penelitian, persiapan penelitian, siklus penelitian,teknik pengumpulan data dan analisis data.
Bab IV   Hasil Penelitian, berisi data laparangan dan hasil analisis yang diperoleh pada tiap siklus penelitian
Bab V     Simpulan dan Saran.

BAB II
LANDASAN TEORITIS

A.  Hakekat Pembelajaran
1)      Pengertian Pembelajaran

Pembicaraan wacana pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari istilah kurikulum dan pengertiannya. Secara singkat kekerabatan keduanya sanggup dipahami sebagai berikut: pembelajaran merupakan wujud pelaksanaan (implementasi) kurikulum., atau pembelajaran ialah kurikulum dalam kenyataan implementasinya.

   Munandir (2000:255) memperlihatkan batasan mengenai pembelajaran sebagai berikut: “Pembelajaran ialah hal membelajarkan, yang artinya mengacu ke segala daya upaya bagaimana menciptakan seseorang belajar, bagaimana menghasilkan insiden berguru di dalam diri orang tersebut.

Selanjuntnya Gagne dalam Munandir (2000:256) menjelaskan bahwa:

 “Pembelajaran tersusun atas seperangkat insiden (event) yang ada di luar diri si belajar, diatur untuk maksud mendukung proses berguru yang terjadi dalam diri si berguru tadi. Peristiwa-peristiwa pembelajaran itu adalah: (1) menarik (membangkitkan) perhatian, (ii) memberitahukan tujuan belajar, (iii) mengingat kembali hasil berguru prasyarat (apa yang dipelajari), (iv) menyajikan stimulus, (v) memperlihatkan bimbingan belajar, (vi) memunculkan perbuatan (kinerja) belajar, (vii) memperlihatkan balikan (feedback), (viii) menilai kinerja belajar, dan meningkatkan retensi dan transfer.”


   Berdasarkan hal tersebut, terkandung pengertian bahwa pembelajaran bisa berlangsung tanpa kehadiran guru. Kalaupun guru hadir, ia bukan seorang “penyampai bahan”, atau “penyaji materi”, melainkan sekedar media, guru ialah media, dan ia salah satu saja dari media pembelajaran. Pembelajaran tanpa seorang guru mengasumsikan kemandirian dan otoaktivitas siswa selaku pebelajar. Selanjutnya Depdiknas (2002:9) memperlihatkan definisi pembelajaran sebagai berikut:

   “Pembelajaran ialah suatu sistem atau proses membelajarkan subyek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis biar subyek didik/pembelajar sanggup mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.  Dengan demikian, kalau pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem, maka berarti pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, taktik dan metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga, pengorganisasian kelas, penilaian pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran. Sebaliknya kalau pembelajaran dipandang sebagai suatu proses, maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangkaian upaya atau kegitan guru dalam rangka menciptakan siswa belajar.


Berdasarkan analisis teori-teori di atas, sanggup disimpulkan bahwa pembelajaran  ialah suatu sistem atau proses yang dilakukan oleh seorang guru dalam rangka  menghasilkan terjadinya insiden berguru pada diri siswa untuk  mencapai tujuan-tujuan pembelajaran.


2)      Perencanaan Pembelajaran

Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, langkah awal yang dilakukan guru ialah menyusun perencanaan pembelajaran secara tertulis yang dituangkan dalam silabus dan planning pelaksanaan pembelajaran. Silabus pada hakekatnya ialah planning pembelajaran pada  suatu kelompok mata pelajaran yang merupakan klasifikasi dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam buku Panduan Penyusunan KTSP BNSP (2006:14), sebagai berikut:

Silabus ialah planning pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan klasifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

Berdasarkan uraian di atas komponen silabus harus memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.
Dalam menyusun silabus guru harus memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus. BNSP (2006:10-11) telah memutuskan penyusunan silabus, yakni:
1)      Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan sanggup dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2)      Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual akseptor didik.
3)      Sistematis
Komponen-komponen silabus  saling bekerjasama secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4)      Konsisten
Adanya kekerabatan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5)      Memadai
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6)      Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan insiden yang terjadi.
7)      Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus sanggup mengakomodasi keragaman akseptor didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8)      Menyeluruh
Komponen silabus meliputi keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

Adapun langkah-langkah pengembangan atau penyusunan silabus, adalah:
1.      Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan  memperhatikan hal-hal berikut:
a.       urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
b.      keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
c.       keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.
2.      Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
a.       potensi akseptor didik;
b.      relevansi dengan karakteristik daerah,
c.       tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual akseptor didik;
d.      kebermanfaatan bagi akseptor didik;
e.       struktur keilmuan;
f.       aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
g.      relevansi dengan kebutuhan akseptor didik dan tuntutan lingkungan; dan
h.      alokasi waktu.

3.      Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memperlihatkan pengalaman berguru yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, akseptor didik dengan guru, lingkungan,  dan sumber berguru lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.  Pengalaman berguru yang dimaksud sanggup terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada akseptor didik. Pengalaman berguru memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai akseptor didik. 
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berbagi kegiatan pembelajaran ialah sebagai berikut.
a.  Kegiatan pembelajaran  disusun untuk memperlihatkan santunan kepada para pendidik, khususnya guru, biar sanggup melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
b.      Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh akseptor didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
c.       Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
b        Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman berguru siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
4.      Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan sikap yang sanggup diukur yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik akseptor didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi kawasan dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau sanggup diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
5.      Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar akseptor didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan memakai tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data wacana proses dan hasil berguru akseptor didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
a.       Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
b.      Penilaian memakai pola kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan akseptor didik sesudah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c.       Sistem yang direncanakan ialah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian karenanya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.
d.      Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, acara remedi bagi akseptor didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan acara pengayaan bagi akseptor didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
e.       Sistem penilaian harus diadaptasi dengan pengalaman berguru yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, kalau pembelajaran memakai pendekatan kiprah observasi lapangan maka penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) contohnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melaksanakan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
6.      Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah ahad efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per ahad dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.  Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan asumsi waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh akseptor didik yang beragam.
7.      Menentukan Sumber Belajar
Sumber berguru ialah rujukan, objek dan/atau materi yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber berguru didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Berikut contoh format pengembangan silbaus:

SILABUS

Nama Sekolah             :
Mata Pelajaran            :
Kelas/semester            :
Standar Kompetensi   :
Alokasi Waktu            :
Kompetensi Dasar    

Materi Pokok/ Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
Bentuk
Instrumen












Selain menciptakan silabus guru wajib menciptakan Rencana Pelaksnaan Pembelajaran. RPP pada hakikatnya ialah proyeksi wacana apa yang harus dilakukan guru pada waktu melaksanakan kegiatan pembelajaran, tidak lain ialah perbuatan atau tingkah laris mengajar. Perbuatan mengajar dalam hal ini guru melaksanakan menentukan metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, sehingga sanggup menghipnotis siswa secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dengan demikian RPP sesungguhnya merupakan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan Buku Panduan Penyususanan RPP (BNSP,2006), sebagai berikut:

RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh lantaran itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang pribadi berkait dengan kegiatan pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.

 

Menurut Buku Panduan Penyusunan RPP dari BNSP, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun untuk satu Kompetensi Dasar.  Artinya, satu kompetensi dasar minimal mempunyai satu RPP. Adapun langkah-langkah dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (BNSP, 2006) ialah sebagai berikut:

A.    Mencantumkan identitas
Pada pecahan ini harus mencantumkan nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan alokasi waktu
B.     Mencantumkan Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran berisi  penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam planning pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran sanggup terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.
C.     Mencantumkan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran  adalah  materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.
D.    Mencantumkan Metode Pembelajaran
Metode sanggup diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi sanggup pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau taktik yang dipilih.


E.     Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Akan tetapi, dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model yang dipilih, memakai urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh lantaran itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan epilog tidak harus ada dalam setiap pertemuan.  
F.      Mencantumkan  Sumber Belajar
Pemilihan  sumber berguru mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.  Sumber berguru meliputi sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber berguru dituliskan secara lebih operasional. Misalnya,  sumber berguru dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
G.    Mencantumkan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya sanggup ituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan  teknik  tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan kiprah rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.


Di bawah ini diberikan contoh  Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sebagai berikut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SMP/MTs.                : ...................................
Mata Pelajaran        : ...................................
Kelas/Semester       : ...................................
Standar Kompetensi: ...................................
Kompetensi Dasar  : ...................................
Indikator                 :  ...................................
Alokasi Waktu        : ..... x  40 menit (…  pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran  
B. Materi Pembelajaran   
C. Metode Pembelajaran 
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
                  Pertemuan 1
      Pertemuan  2
      dst
E. Sumber Belajar           
F. Penilaian                     
3)      Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran pada umum terbagi atas tiga komponen, yakni kegiatan awal atau pendahuluan, kegiatan inti atau pokok dan  kegiatan final atau penutup. Uraian selengkapnya langkah-langkah dari ketiga komponen tersebut adalah:

1)      Kegiatan Awal
Kegiatan yang dilakukan pada awal kegiatan berguru mengajar adalah:
(a)          mengondisikan berguru siswa; dan
(b)         perkenalan dengan siswa dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada siswa biar dalam pelaksanaan kegiatan berlangsung lebih akrab.
(c)          Apersepsi yakni kegiatan penghubung antara pelajaran yang telah disampaikan dengan pelajaran yang akan disampaikan
2)      Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti guru akan menerapkan model-model pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan pendekatan yang digunakan.
3)      Kegiatan Akhir
Kegiatan final merupakan tindak lanjut kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Oleh lantaran itu, sebagai final pelaksanaan kegiatan berguru pembelajaran ialah memperlihatkan tindak lanjut berguru siswa.

   Dengan demikian, berdasarkan uraian di atas, sanggup disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran ialah pelaksanaan kegiatan membelajarkan siswa biar mereka bisa memahami materi pelajaran, baik yang disampaikan secara pribadi maupun tidak pribadi sehingga tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar sanggup dikuasai oleh siswa.


4)      Penilaian Pembelajaran

Penilaian dalam pembelajaran merupakan umpan balik hasil kegiatan pembelajaran dalam rangka perbaikan setiap komponen acara pembelajaran. Melalui hasil penilaian, guru sanggup mengukur keberhasilan penyususnan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran/program pembelajaran. Uraian ini diperkuat oleh klarifikasi berikut:

Penilaian dalam proses berguru mengajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur tercapai-tidaknya tujuan pengajaran. Melalui penilaian sanggup ditetapkan apakah proses tersebut berhasil atau tidak. Kalau berhasil, guru sanggup melanjutkan materi pengajaran pada ahad atau pertemuan berikutnya, tetapi kalau belum berhasil materi yang telah diberikan perlu pengulangan atau pemahaman kembali hingga siswa sanggup menguasainya.

Selanjutnya, Hidayat (1995:13) menjelaskan, bahwa “siswa dikatakan telah berhasil dalam penilaian kalau mencapai taraf penguasaan minimal 75% dari tujuan yang ingin dicapai”. Taraf penguasaan minimal yang dimaksud Hidayat bekerjsama sama dengan ketentuan BNSP wacana perlu adanya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Dalam penilaian yang disajikan pada final kegiatan pembelajaran terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu mekanisme penilaian dan alat penilaian. “Prosedur penilaian artinya penetapan bagaimana cara penilaian akan dilakukan. Apakah secara lisan, tertulis, atau tindakan. Sedangkan alat penilaian berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada siswa” (Sudjana, 1996:65). Selanjutnya, dalam penyusunan pertanyaan dijelaskan sebagai berikut.

a.       Isi pertanyaan harus betul-betul mengungkapkan makna yang terdapat dalam rumusan tujuan instruksional khusus.
b.      Kata-kata operasional yang digunakan sebagai titik-tolak rumusan pertanyaan.
c.       Setiap pertanyaan yang diajukan harus mempunyai tanggapan yang niscaya sehingga dijadikan pegangan dalam memutuskan tercapai-tidaknya tujuan instruksional khusus.
d.      Banyaknya pertanyaan sekuranng-kurangnya sama dengan banyaknya tujuan instruksional khusus.
e.       Rumusan pertanyaan harus jelas, tegas, dan dalam bahasa yang sudah dipahami maknanya oleh para siswa sehingga tidak mengakibatkan penafsiran yang berbeda-beda diantara siswa (Sudjana, 1996:65).

Sejalan dengan uraian di atas, Hidayat (1995:92) menjelaskan, bahwa langkah-langkah dalam menyusun penilaian adalah:
a.       menentukan jenis tes yang sesuai dengan TPK, misalnya:
(a)          tes tertulis;
(b)         tes lisan; dan
(c)          tes perbuatan.
Jenis tes yang dipilih haruslah sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Misalnya, tujuan “Siswa sanggup melaksanakan perintah verbal dengan tepat” tentu tidak sanggup diukur dengan tes verbal atau tertulis tetapi harus dengan tes perbuatan.
b.      menyusun pertanyaan atau item tes sesuai dengan jenis dan bentuk tes yang dipilih.

Berkenaan dengan uraian di atas, sanggup disimpulkan bahwa penilaian pembelajaran ialah umpan balik hasil kegiatan pembelajaran dalam rangka perbaikan setiap komponen acara pembelajaran, disusun dengan memperhatikan mekanisme dan alat penilaian berdasarkan langkah-langkah penyusun yang telah ditetapkan.

 

B.  Hakekat Metode Tanya Jawab

1. Pengertian Metode Tanya Jawab
Adapun yang dimaskud metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  siswa kepada guru, atau dari siswa kepada siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudirman (1987:120) yang mengartikan  bahwa:
“metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi sanggup pula dari siswa kepada guru.”

Lebih lanjut dijelaskan  pula oleh Sudirman (1987:119)  menyatakan bahwa metode tanya jawab ini sanggup dijadikan sebagai pendorong dan pembuka jalan bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut (dalam rangka belajar) kepada banyak sekali sumber berguru ibarat buku, majalah, surat kabar, kamus, ensiklopedia, laboratorium, video, masyarakat, alam, dan sebagainya.
Berdasarkan pembahasan di atas, maka sanggup disimpulkan bahwa metode Tanya Jawab  adalah suatu model pembelajaran yang dilakukan dengan mengedepankan pertanyaan-pertanyaan baik yang dibentuk oleh siswa sendiri maupun oleh guru yang bertujuan mengarahkan siswa untuk memahami materi pelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

2. Manfaat Penggunaan  Metode Tanya Jawab
Penggunaan metode Tanya Jawab dengan baik dan tepat,  akan sanggup merangsang minat dan motivasi siswa dalam belajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode Tanya Jawab  adalah:
1)      Materi menarik dan menantang serta mempunyai nilai aplikasi tinggi.
2)      Pertanyaan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan  dengan banyak kemungkinan jawaban).
3)      Jawaban pertanyaan itu diperoleh dari penyempurnaan jawaban-jawaban siswa.
4)      Dilakukan dengan teknik bertanya yang baik. (Depdikbud, 1996:26).
Adapun manfaat penerapan metode Tanya Jawab  dalam sebuah pembelajaran yang produktif berdasarkan buku Panduan CTL Direktirat PLP adalah, untuk
a)      menggali informasi, baik manajemen maupun akademis
b)      mengecek pemahaman siswa
c)      membangkitkan respon kepada siswa
d)     mengetahui sejauhmana keingintahuan siswa
e)      mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siwa
f)       menfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru
g)      untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

3. Langkah-langkah Penerapan Metode Tanya Jawab
Beberapa model penerapan metode Tanya Jawab  yang akan dikembangkan dalam PTK ini  adalah:
1.      Model  “Pertanyaan Siswa” (Modifikasi model dari Siberman, 2002)
Langkah-langkah (syntak) dalam pengembangan model ini adalah:
a)      Bagikan potongan kertas atau semacam kartu kepada siswa
b)      Minta kepada siswa menulis identitasnya dan menciptakan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang dibahas.
c)      Setelah selesai, tukarkan potongan kertas tersebut kepada siswa lain di sampingnya (biasanya sahabat sebangku)
d)     Minta masing-masing siswa untuk menuliskan identitas dan memperlihatkan tanggapan atas pertanyaan tersebut (jawaban betul diberi nilai 100), serta memperlihatkan tanda cek (v) apabila pertanyaan tersebut perlu dibahas lebih lanjut dan memberi tanda silang (x) apabila pertanyaan tersebut tidak perlu dibahas. 
e)      Kembalikan potongan  kertas tersebut kepada siswa yang menciptakan pertanyaan. Perintahkan kepada siswa untuk menilai tanggapan dari temannya (jawaban betul diberi nilai 100). Selanjutnya setiap pertanyaan siswa yang mendapat tanda cek (v) diminta untuk dibacakan secara keras.
f)       Berikan respon atau tanggapan atas pertanyaan tersebut, namun terlebih dahulu harus memperlihatkan kesempatan kepada siswa yang untuk menjawabnya (terutama kepada siswa yang menciptakan pertanyaan)
g)      Buat rangkuman

2.      Model menciptakan pertanyaan (modifikasi dari model Siberman, 2002)
Langkah-langkah dalam pengembangan model ini adalah:
a)      Bagi siswa dalam beberapa 6 kelompok
b)      Cek kesiapan siswa, setiap kelompok harus mempunyai buku teks pegangan, apabila tidak guru sanggup mempersiapkannya dengan memperlihatkan hasil foto copy atau rangkuman yang dibentuk guru sendiri.
c)      Perintahkan kepada setiap kelompok untuk menciptakan 5 pertanyaan dan sekaligus tanggapan sesuai dengan materi atau pokok bahasan yang sedang dibahas. (Materi bahasan atau kiprah setiap kelompok berbeda),
d)     Adakan kegiatan kuis yang bertindak sebagai juri ialah kelompok tertentu yang pertanyaan akan dibacakan, sedangkan kelompok lain sebagai akseptor atau yang menjawab pertanyaan. Setiap kelompok yang sanggup menjawab pertanyaan diberi nilai 100. 
e)      Lakukan secara bergiliran hingga setiap kelompok mendapat giliran sebagai juri.
f)       Buatlah kesimpulan hasil diskusi
Metode Tanya Jawab ibarat di atas akan penulis coba praktekkan dengan memakai santunan media pembelajaran ibarat buku paket, LKS, gambar, guntingan masalah baik dari koran maupun  majalah, potongan kertas, dan banyak sekali media lainnya yang dipandang perlu dan tersedia. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran dalam prakteknya tentunya mungkin tidak selalu sama dengan langkah-langkah umum ibarat yang telang dikemukakan di atas. Hal ini akan diadaptasi berdasarkan hasil refleksi antara peneliti dengan kawan peneliti sesudah siklus penelitian dimulai.

C.  Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan merupakan tanggapan sementara berupa tindakan (action) atas rumusan permasalahan yang ditetapkan dalam perencanaan penelitian tindakan kelas.
Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini ialah apabila upaya penerapan metode Tanya Jawab  dangan variasi media pembelajaran sanggup berjalan efekltif, maka hasil berguru siswa akan meningkat.

BAB III
METODELOGI PENELITIAN
Membahas atau membicara  metode penelitian dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berarti membahas setting penelitian, persiapan penelitian, siklus penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini.
A. Setting Penelitian
Setting penelitian tindakan kelas ini ialah sebagai berikut:
1)   Lokasi Penelitian                           : SMPN 1 Cadasari Pandeglang
2)   Subyek Penelitian (sample)           : Siswa Kelas VIII A
3)   Materi Pelajaran                            : Ideologi Pancasila (Pancasila Sebagai
                                                              Ideologi Negara dan Sebagai Dasar
                                                              Negara)
4)  Media yang digunakan
a)  Karangan yang menceritakan harapan seseorang  (Penanaman Konsep ideologi)
b)  Gambar rumah,bangunan, atau gedung yang kokoh (Penanaman Konsep Dasar Negara
c)   Lembaran Kerja
d)   Lagu-lagu Nasional
4)   Semester/Tahun Pelajaran             : 2007/2008 semester Gasal
5)   Lingk. fisik sekolah                       : Pedesaan
6)   Latar belakang Sosial Ekonomi
orang renta siswa                             : menengah ke bawah
7)   Kemampuan siswa                        : sedang
8)   Motivasi berguru siswa                   : rendah
9) Nama Peneliti                                 : Guru Mata Pelajaran PKn
                                                              (Aina   Mulyana,S.Pd)
10) Mitra Peneliti                                : Guru PS (Aat Jumiat)
12) Jadwal/waktu kegiatan                 : Terlampir

B. Persiapan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, oleh karenanya penelitian ini tidak direncanakan semenjak awal, tetapi gres direncanakan sesudah hasil dari proses berguru mengajar dirasakan adanya duduk masalah (kurang memuaskan). Langkah-langkah persiapan sesudah diterasakan adanya duduk masalah yang perlu dipecahkan melalui PTK ini adalah:
1) melaksanakan studi awal dengan melaksanakan refleksi, yakni kegiatan diskusi dengan beberapa orang guru terkait (terutama kawan peneliti) dengan permasalahan yang ditemukan
2) menciptakan planning tindakan, meliputi:
a) menciptakan planning pembelajaran
b) menciptakan kesepakatan dengan kawan peneliti

C. Siklus Penelitian
Jumlah siklus dalam PTK ini tidak ditentukan semenjak awal, tetapi sangat dipengaruhi oleh data yang diperoleh dan hasil analisisnya. Apabila data yang diperoleh sudah memuaskan untuk menjawab permasalahan penelitian, maka siklus penelitian dianggap selesai

ALUR PELAKSANAAN PENELITIAN

STUDI AWAL









IDENTIFIKASI; PERUMUSAN MASALAH DAN
PERENCANAAN UMUM









SIKLUS PERTAMA
 






RENCANA TINDAKAN
Diskusi :
-       Pers. Perbaikan Kegiatan KBM (Membuat perencanaan perbaikan)
 -      Kesepakatan pelaksanaan obs/ evaluasi/analisis/ refleksi

SIKLUS KEDUA












D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui obeservasi dan catatan data lapangan, wawancara, hasil tes  dan catatan hasil refleksi/diskusi yang dilakukan oleh peneliti dan kawan peneliti. Penentuan teknik tersebut didasarkan ketersediaan sarana dan prasana dan kemampuan yang dimiliki peneliti dan kawan peneliti.
Uraian lebih lanjut mengenai teknik-teknik pengumpulan data tersebut ialah sebagai berikut:
a)      Observasi dan catatan data lapangan
Observasi dalam kegiatan PTK merupakan kegiatan pengamatan terhadap kegiatan yang dilakukan guru (peneliti) selama melaksanakan kegiatan berguru mengajar di kelas.  Kegiatan ini dilakukan oleh pengamat yang dalam hal ini ialah kawan peneliti (Aat Jumiat, S.Ag).
Bentuk kegiatan observasi yang dilakukan dalam PTK ini menggunkanan model observasi terbuka. Adapaun yang dimaksud observasi terbuka ialah apabila pengamat atau observer melaksanakan pengamatannya dengan mencatatkan segala sesuatu yang terjadi di kelas.
Hasil pengamatan dari kawan peneliti selanjutnya dijadikan catatan data lapangan. Hal ini sesuai dengan pendapat Prof Dr. Rochiati Wiriaatmaja (2005:125) yang menyatakan: “Sumber informasi yang sangat penting dalam penelitian ini (PTK) ialah catatan lapangan (field notes) yang dibentuk oleh peneliti/mitra peneliti yang melaksanakan pengamatan atau observasi”.

b)      Wawancara
Wawancara berdasarkan Denzin dalam Rochiati Wiriaatmaja (2005:117)  ialah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap sanggup memperlihatkan informasi atau klarifikasi hal-hal yang dipandang perlu.
Dalam PTK ini kegiatan wawancara dilakukan oleh peneliti dan dibantu kawan peneliti kepada beberapa orang siswa (aebagai sampel) yang terlibat dalam kegiatan PTK ini.
c)      Hasil tes
Hasil tes yang dimaksud ialah hasil berupa nilai yang diperoleh melalui ujian post tes. Hasil ini sanggup dijadikan materi perbandingan antara hasil post terdahulu dengan hasil post sebelumnya.
d)     Catatan hasil refleksi
Adapaun yang dimaksud catatan hasil refleksi ialah catatan yang yang diperoleh dari hasil refleksi yang dilakukan dengan melalui kegiatan diskusi antara peneliti dan kawan peneliti. Hasil refleksi ini selain dijadikan materi dalam penyusunan planning tindakan selanjutnuya juga sanggup digunakan sebagai sarana untuk mengetahui telah tercapai tidaknya tujuan kegiatan penelitian ini.

E. Teknik Analis Data
Analisis data dalam PTK ini dilakukan semenjak awal, artinya analisis data dilakukan tahap demi tahap atau siklus demi siklus. Hal ini sesuai dengan pendapat Miles dan Huberman dalam Rochiati Wiriaatmaja (2005:139) bahwa “…. the ideal model for data collection and analysis is one that interweaves them form the beginning”. Ini berarti model ideal dari pengumpulan data dan analisis ialah yang secara bergantian berlangsung semenjak awal.
Kegiatan analisis data akan dilakukan mengacu pada pendapat Rochiati Wiriaatmaja, (2005:135-151) dengan melaksanakan catatan refleksi, yakni pemikiran yang timbul pada dikala mengamati  dan merupakan hasil proses membandingkan,  mengaitkan atau menghubungkan data yang ditampilkan dengan data sebelumnya. Gambaran hasil pelaksanaan refleksi tersebut dibentuk dalam bentuk matrik biar terlihat lebih terang dan gampang dipahami secara substansif.
Berikut contoh matriks yang akan digunakan:



Tabel-1
CONTOH Matrik Analisis Data
Siklus Ke …….
Teknik Pengumpulan Data
Deskripsi pelaksanaan
dan hasil yang diperoleh
Analisis - Refleksi
Observasi


Wawancara


Hasil Tes


Kolom deskrispi pelaksanaan dan hasil yang diperoleh akan diisi data disksripsi pelaksaaan kegiatan observasi itu sendiri (terutama hambatan-hambatan dalam pelaksaaannya) dan diisi dengan data hasil dari pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dengan teknik tersebut. Sedangkan kolom analisis dan refleksi diisi dengan data hasil refleksi dan analisis yang dilakukan melalui kegiatan diskusi anatara peneliti dan kawan peneliti.

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Pada pecahan ini penulis akan mencoba menyajikan data hasil penelitian dan hasil analisis data yang diuraikan persiklus penelitian. Adapun jumlah siklus penelitian ini ialah 3 siklus. Hal ini disebakan peroleh data dari tiga siklus penelitian telah memperlihatkan citra yang cukup signifakan pencapaian tujuan penelitian. Artinya, data yang diperoleh siklus demi siklus memperlihatkan pada peningkatan hasil berguru siswa yang menjadi konstrasi dalam penelitian ini.

A.    Siklus 1
Pada siklus ini, pembelajaran  materi Ideologi Pancasila membahas mengenai Pengertian Ideologi, Fungsi Ideologi, Dimensi Ideologi dan Pancasila sebagai Ideologi Negara
Perangkat pembelajaran yang digunakan pada siklus ini Silabus dan RPP. Silabus yang digunakan ialah silabus hasil refleksi pada tahap perencanaan antara peneliti dan kawan peneliti. Untuk silabus yang digunakan sanggup dilihat pada lampiran 3, sedangkan untuk RPP pada siklus 1 terlihat pada lampiran 4.
Berikut diuraikan langkah pokok kegiatan pembelajaran pada tahap ini, yakni sebagai berikut:
1)      Siswa diberikan lembaran kertas kerja
2)      Pada lembaran kertas kerja siswa diperintahkan menciptakan karangan mengenai:
ü      Cita-cita yang diinginkan
ü      Cara-cara untuk mencapai harapan tersebut
3)      Setelah kegiatan di atas dianggap selesai, guru kepada beberapa siswa mengadakan tanya jawab terkait dengan “cita-cita seseorang dan cara-cara mempertahankan harapan tersebut.
4)      Setalah materi tersebut dianggap cukup, selanjutnya bagikan potongan kertas  kosong yang lain
5)      Minta kepada siswa menulis identitasnya dan menciptakan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran fungsi ideology dan dimensi ideology
6)      Setelah selesai, tukarkan potongan kertas tersebut kepada siswa lain di sampingnya (biasanya sahabat sebangku)
7)      Minta masing-masing siswa untuk menuliskan identitas dan memperlihatkan tanggapan atas pertanyaan tersebut (jawaban betul diberi nilai 100), serta memperlihatkan tanda cek (v) apabila pertanyaan tersebut perlu dibahas lebih lanjut dan memberi tanda silang (x) apabila pertanyaan tersebut tidak perlu dibahas. 
8)      Kembalikan potongan  kertas tersebut kepada siswa yang menciptakan pertanyaan. Perintahkan kepada siswa untuk menilai tanggapan dari temannya (jawaban betul diberi nilai 100). Selanjutnya setiap pertanyaan siswa yang mendapat tanda cek (v) diminta untuk dibacakan secara keras.
9)      Berikan respon atau tanggapan atas pertanyaan tersebut, namun terlebih dahulu harus memperlihatkan kesempatan kepada siswa yang untuk menjawabnya (terutama kepada siswa yang menciptakan pertanyaan)

Data hasil penelitian berupa data lapangan (hasil pengamatan mitra) sanggup dilihat pada lampiran 5-6 sedangkan hasil wawancara sanggup dilihat pada lampiran 7. Hasil analisis data yang diperoleh pada siklus 1 terangkuman pada tabel berikut ini.
Tabel-2
Matrik Analisis Data
Siklus Ke-1
Teknik Pengumpulan Data
Deskripsi pelaksanaan
Dan hasil yang diperoleh
Analisis – Refleksi
Observasi dan data lapangan
Pelaksanaan observasi dilakukan oleh kawan peneliti.
Hasil yang diperoleh, yakni:
a)   Sebagai besar siswa  terlihat aktif mengikuti kegiatan pembelajaran lantaran guru
Refleksi dilakukan dengan cara diskusi antara peneliti dengan kawan peneliti.
Diskusi ini membicarakan data yang diperoleh melalui observasi (data lapangan), wawancara

melaksanakan KBM  yang sanggup memberdayakan kemampuan siswa sendiri (lihat lampiran catatan lapangan)
b)  Keaktifan sebagian siswa itu dalam kegiatan pembelajaran, terlihat dari kegiatan tanya jawab terhadap media pembelajaran yang disajikan, serta dalam kegiatan menciptakan pertanyaan dan menjawab pertanyaan temannya.
c)   Sekalipun keaktifan pada sebagian siswa sudah tampak, namun kualitas tanggapan sebagian siswa masih kurang baik.
d)  Media pembelajaran yang dibentuk cukup variatif dan gampang dipahami anak (familier) sehingga merangsang keaktifan siswa.
Beberapa hal yang masih tampak kurang maksimal pada siklus ini adalah:
a)   Pada siswa yang mempunyai latar belakang prestasi yang kurang baik (slow learner) tampak adanya rasa ketakutan untuk ditanya atau bertanya. (perlu perjuangan maksimal)
b)  Perlu persiapan pada siswa itu sendiri, dalam artian siswa terlebih dahulu harus mendapat kiprah mempelajari materi tersebut.
c)   Perlunya peningkatan motivasi berguru siswa melalui pemberian reward (hadiah) kepada siswa baik berupa kata-kata maupun dalam bentuk lain.
dan nilai tes.
Hasil refleksi pada tahap ini menyimpulkan bahwa kualitas pembelajaran masih perlu ditingkatkan, melalui:
a)   Penyajian pertanyaan sebaik memakai bahasa yang lebih ringan, dalam artian gampang dipahami siswa
b)  Perlunya pemberian reward atau penguatan guna peningkatan motivasi berguru siswa.
c)   Siswa sebaiknya diberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas seminggu sebelumnya atau pada pertemuan sebelumnya .
Wawancara
Pada umumnya responden menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran ibarat ini menciptakan mereka termotivasi, namun adakala timbul ketegangan dan rasa takut untuk ditanya atau bertanya.   Ketakutan itu disebabkan mereka tidak mempersiapkan sebelumnya permasalahan atau materi pelajaran yang sedang di pelajari
Hasil Tes
Dari jumlah siswa 36 orang, dengan Kreiteria Ketuntas Belajar nilai 65,  20 orang telah mencapai batas kelulusan (nilai di atas atau sama dengan 65) , sedangkan sisanya masih mempunyai nilai dibawah batas kelulusan. Dari 20 siswa yang lulus tersebut bahkan 5 orang diantaranya telah mencapai batas kelulusan standar (nilai sama atau di atas 75)
Simpulan sementara yang sanggup diperoleh dari hasil analisis data tersebut ialah bahwa
1.      Dilihat dari sisi proses dan hasil pembelajaran telah memperlihatkan kegiatan peningkatan motivasi dan hasil berguru siswa
2.      Dilihat dari segi guru itu sendiri terlihat adanya suatu proses optimalisasi kiprah dengan memperlihatkan pembelajaran yang sebaik-baiknya.
3.      Dalam upaya peningkatan proses pembelajaran sekalipun telah tampak peningkatan kualitas, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu peningkatan diantaranya:
a)      penyajian pertanyaan sebaik memakai bahasa yang lebih ringan, dalam artian gampang dipahami siswa
b)      perlunya pemberian reward atau penguatan guna peningkatan motivasi berguru siswa.
c)      siswa sebaiknya diberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas seminggu sebelumnya atau pada pertemuan sebelum-nya .
Berdasarkan hal tersebut di atas peneliti dan kawan peneliti selanjutya menyusun perencanaan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dengan memperhatikan temuan-temuan di atas.

B.     Siklus 2
Pada siklus 2 ini, pembelajaran  materi Ideologi Pancasila membahas mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Negara, Pancasila Sebagai Dasar Negara, Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia selain sebagai Ideologi dan Dasar Negara.
Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus ini mengunakan RPP yang telah dibentuk berdasarkan kesepatakan hasil refleksi pada siklus 1 (RPP Siklus-2 dapt lihat pada lampiran 8). Langkah-langkah pokok pembelajaran pada tahap ini ialah sebagai berikut:
1)      Siswa diberikan lembaran kertas kerja
2)      Pada lembaran kertas kerja siswa diperintahkan menciptakan gambar bangunan, rumah atau gedung.
3)      Setelah kegiatan di atas dianggap selesai guru kepada beberapa siswa mengadakan tanya jawab terkait dengan gambar yang dibentuk dan hubungannya dengan materi pembelajaran.
4)      Setalah materi tersebut dianggap cukup, selanjutnya bagikan potongan kertas  kosong yang lain
5)      Minta kepada siswa menulis identitasnya dan menciptakan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran “Kedudukan Pancasila selain sebagai ideologi dan dasar negara”
6)      Setelah selesai, tukarkan potongan kertas tersebut kepada siswa lain di sampingnya (biasanya sahabat sebangku)
7)      Minta masing-masing siswa untuk menuliskan identitas dan memperlihatkan tanggapan atas pertanyaan tersebut (jawaban betul diberi nilai 100), serta memperlihatkan tanda cek (v) apabila pertanyaan tersebut perlu dibahas lebih lanjut dan memberi tanda silang (x) apabila pertanyaan tersebut tidak perlu dibahas. 
8)      Kembalikan potongan  kertas tersebut kepada siswa yang menciptakan pertanyaan. Perintahkan kepada siswa untuk menilai tanggapan dari temannya (jawaban betul diberi nilai 100). Selanjutnya setiap pertanyaan siswa yang mendapat tanda cek (v) diminta untuk dibacakan secara keras.
9)      Berikan respon atau tanggapan atas pertanyaan tersebut, namun terlebih dahulu harus memperlihatkan kesempatan kepada siswa yang untuk menjawabnya (terutama kepada siswa yang menciptakan pertanyaan)

Data hasil penelitian sanggup dilihat pada lampiran 9-11. Berdasarkan data tersebut peneliti dan kawan penliti mencoba menciptakan matrik rangkuman data penelitian siklus-2 dan hasil analisisnya, seperti  tampak pada tabel  berikut ini:

Tabel-3
Matrik Analisis Data
Siklus Ke-2
Teknik Pengumpulan Data
Deskripsi pelaksanaan
dan hasil yang diperoleh
Analisis – Refleksi
Observasi
Pelaksanaan observasi dilakukan oleh kawan peneliti.
Hasil yang diperoleh, yakni:
a)      Sebagai besar siswa terlihat aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini lantaran guru melaksanakan KBM  yang sanggup memberdayakan melalui kegiatan yang menarik perhatiannya (yakni kegiatan mempehatikan gambar bangunan dan memberi kesempatan kepada siswa untuk membuatnya di buku pelajaran mereka)
b)      Kegiatan tanya jawab terhadap media pembelajaran yang disajikan dikaitkan dengan materi pembelajaran mempelihatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
c)      Pemilihan media menggambar selain sangat disenangi siswa juga memperlihatkan perjuangan guru untuk mencoba melibatkan siswa yang mempunyai latar belakang prestasi yang kurang baik dalam pembelajaran. Dengan mengkaitkan materi dengan sesuatu yang konkrit sepertinya siswa dari kelompok slow learner pun tampak terlibat aktif dan sanggup memahaminya..
d)     Reward atau penguatan tampak sudah diberikan oleh guru guna peningkatan motivasi berguru siswa
Hal yang masih tampak kurang maksimal pada siklus ini adalah:
a)      Tidak adanya klarifikasi wacana adanya penilaian proses kepada siswa, walaupun kegiatan tersebut telah dilakukan oleh guru. 
b)      Waktu pelaksanaan kegiatan berguru belum sesuai dengan perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi, yakni dari hasil kegiatan diskusi antara peneliti dan kawan peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran sudah cukup efektif terhadap peningkatan hasil berguru siswa

Selain itu, guna kegiatan pembelajaran yang lebih optimal hasil refleksi juga mencatat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan guru, diantaranya:
a)      Penjelasan adanya penilaian proses perlu disampaikan kepada siswa. Hal ini dimaksud biar siswa betul-betul serius dalam mengikuti kegiatan berguru mengajar.
b)      Peningkatan motivasi berguru siswa perlu terus diupayakan  
c)      Agar diupayaka waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran sanggup sesuai dengan yang direncanakan.
Wawancara
Sebagian besar responden menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran ibarat ini menyenangkan dan menciptakan mereka termotivasi, walaupun motivasi mereka masih bersifat motivasi eksternal yakni ingin mendapat nilai yang lebih baik.
Hasil Tes
Dari jumlah siswa 36 orang, dengan Kreiteria Ketuntas Belajar nilai 65,  28 orang telah mencapai batas kelulusan, sedangkan sisanya masih mempunyai nilai dibawah batas kelulusan. Dari 28 siswa yang lulus tersebut bahkan 8 orang diantaranya telah mencapai batas kelulusan standar (nilai sama atau di atas 75)
Simpulan sementara yang sanggup diperoleh dari hasil analisis data tersebut ialah bahwa
1.      Dilihat dari segi proses pembelajaran, tampak bahwa kegiatan pembelajaran sudah cukup efektif terhadap peningkatan hasil berguru siswa.
2.      Dilihat dari dari segi siswa terlihat adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar.
3.      Dilihat dari segi guru, terlihat adanya peningkatan keterampilan mengajar dan kemampuan mengelola kelas dalam arti keseluruhan.
Beberapa hal masih perlu mendapat perhatian guru dalam kegiatan pembelajaran, diantaranya:
a)      Penjelasan adanya penilaian proses perlu disampaikan kepada siswa. Hal ini dimaksud biar siswa betul-betul serius dalam mengikuti kegiatan berguru mengajar.
b)      Media dalam bentuk dongeng sanggup dibentuk dengan cara tertulis (analisis kasus) yang dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan pengarah.
c)      Peningkatan motivasi berguru siswa perlu terus diupayakan  

C.    Siklus 3
Pada siklus 3 ini, pembelajaran  materi Ideologi Pancasila membahas mengenai Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat. RPP yang digunakan pada siklus ini merupakan RPP memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh pada siklus sebelumnya (lihat lampiran 12).
Langkah-langkah pokok pembelajaran pada tahap ini ialah sebagai berikut:
1)      Siswa dibagi menjadi 5 kelompok
2)      Setiap kelompok mendapat kiprah menciptakan karangan:
ü      Kel 1 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-1
ü      Kel 2 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-2
ü      Kel 3 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-3
ü      Kel 4 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-4
ü      Kel 5 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-5
3)      Guru memfasilitasi siswa membahas hasil kegiatan mengarang dengan model tanya jawab.
4)      Guru memberikan materi dan mengadakan tanya jawab wacana nilai-nilai Pancasila dalam buku Sutasoma dan nilai-nilai masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
Adapun data hasil penelitian pada siklus 3 ini sanggup dilihat dalam lampiran 13-15. Berdasarkan data tersebut, penulis bersama kawan peneliti mencoba menciptakan tabel analisis data,  ibarat tampak berikut ini.




Tabel-4
Matrik Analisis Data
Siklus Ke-3
Teknik Pengumpulan Data
Deskripsi pelaksanaan
dan hasil yang diperoleh
Analisis – Refleksi
Observasi
Pelaksanaan observasi dilakukan oleh kawan peneliti.
Hasil yang diperoleh, yakni:
a)   Umumnya siswa tampak aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Ini disebabkan ketertarikan siswa terhadap bentuk kegiatan pembelajaran yang diterapkan, yakni kegiatan mengarang yang ada kaitannya dengan pengamalan sila-sila Pancasila.
b)  Motivasi siswa mengikuti pelajaran tampak pada keseriusan siswa dalam mengerjakan kiprah dan menjawab pertanyaan yang diberikan guru ketika diadakan pembahasan hasil pekerjaannya dengan model tanya jawab (questioning).
c)   Ketepatan tanggapan jiwa dalam kegiatan tanya jawab, baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan guru mencerminkan adanya peningkatan pemahaman siswa akan materi pelajaran yang sedang dipelajari.
d)  Reward atau penguatan tampak sudah terbiasa  diberikan oleh guru sehingga mempunyai dampak terhadap peningkatan motivasi berguru siswa
e)   Adanya klarifikasi mengenai kegiatan penilaian proses juga sangat terang memperlihatkan kontrinbusi terhadap peningkatan motivasi berguru siswa
Berdasarkan hasil refleksi, yakni dari hasil kegiatan diskusi antara peneliti dan kawan peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan metode Tanya Jawab  yang telah dipraktekkan dalam kegiatan penelitian ini ternyata telah memperlihatkan dampak yang efektif terhadap peningkatan hasil berguru siswa

Oleh karena, kegiatan pembelajaran sudah dianggap optimal maka berdasarkan hasil refleksi kegiatan Penelitian ini dianggap selesai.

Wawancara
Hampir seluruh responden menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran ibarat ini menyenangkan dan menciptakan mereka termotivasi. 
Hasil Tes
Dari jumlah siswa 36 orang, dengan Kreiteria Ketuntas Belajar nilai 65,  34 orang telah mencapai batas kelulusan, sedangkan sisanya masih mempunyai nilai dibawah batas kelulusan. Dari 34 siswa yang lulus tersebut bahkan 15 orang diantaranya telah mencapai batas kelulusan standar (nilai sama atau di atas 75)
Simpulan sementara yang sanggup diperoleh dari hasil analisis data tersebut ialah bahwa kegiatan pembelajaran dengan metode Tanya Jawab  dengan variasi media ternyata cukup efektif terhadap peningkatan hasil berguru siswa
Berdasarkan simpulan sementara pada siklus 1, 2 dan 3 sanggup disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini yakni “apabila upaya penerapan metode Tanya Jawab  dangan media pembelajaran “membuat karanga”n dan “menggambar” sanggup berjalan efekltif, maka hasil berguru siswa akan meningkat” sanggup diterima.

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas mengenai penerapan Metode Tanya Jawab pada siswa kelas VIIIA SMPN 1 Cadasari dalam mata pelajaran PKn yang berlangsung selama 3 siklus penelitian sanggup disimpulkan:
5.      Selama berlangsung PTK, upaya penerapan metode Tanya Jawab  dangan variasi media pembelajaran telah dikelola dengan baik.
6.      Kegiatan pembelajaran dengan metode Tanya Jawab  dengan variasi media yang dikelola dengan baik ternyata cukup efektif terhadap peningkatan hasil berguru siswa
7.      Media pembelajaran membuat karangan dan menggambar yang divariasikan dengan Metode Tanya Jawab ternyata cukup efektif untuk memberikan materi Pancasila sebagai Dasar Negara dan sebagai Ideologi Negara.
8.      Hipotesis tindakan yang menyatakan “apabila upaya penerapan metode Tanya Jawab  dangan variasi media pembelajaran sanggup berjalan efekltif, maka hasil berguru siswa akan meningkat” dapat diterima.

B. Saran
Adapun saran yang sanggup penulis sampaikan adalah:
(1)   Pelaksanaan Metode Tanya Jawab, sebagai salah satu pecahan dari pilar CTL  dalam pembelajaran PKn  khusus dan mata pelajaran laiinya perlu terus ditingkatkan mengingat cukup signifikan dampak postitif penerapannya terhadap peningkatan motivasi dan hasil berguru siswa;
(2)   Guru-guru harus sanggup mengenali dan memakai banyak sekali metode, taktik dan/atau model pembelajaran; sehingga mempunyai banyak pilihan untuk diterapkan sesuai dengan materi dan/atau kompetensi dasar, karakteristik siswa serta ketersediaan sarana dan prasarana.
(3)   Selain keterampilan menentukan model pembelajaran, guru yang professional juga hendaknya sanggup menentukan media yang sempurna untuk memberikan materi pembelajaran. Oleh lantaran itu, guru juga dituntut memliki kreativitas dan keterampilan menentukan media pembelajaran yang tepat.
(4)   Pelatihan pengembangan model pembelajaran perlu diberikan oleh lembaga-lembaga terkait, ibarat Direktorat PSMP, Direktor PMPTK, LPMP dan forum lain yang mempunyai kewenangan untuk itu.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Bobbi DePorte & Mike Hernacki. (2000) Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa. Bandung

Danial, Endang AR., Dr. H. M.Pd. (2003) Penelitian Tindakan Kelas. Direktorat PLP, Dirjendikdasmen, Depdiknas. Jakarta

Depdiknas. (2003) Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktoral Pendidikan Lanjutan Pertama. Jakarta

Hasibuan dan Moedjino. 1996. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remadja Karya.

Hidayat, Kosadi, dkk.. 1987. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Bina Cipta.

Munandir. 2001. Ensiklopedia Pendidikan. Malang: UM Press

Silberman,  Melvin L (2002). Active Learning, 101 Strategi Pembelajaran. Yappendis. Yogyakarta

Sudirman, dkk. 1987. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remadja Karya CV.

Sudjana. 1992. Metoda Statistik. Bandung: Tarsito.

Suriasumantri, Jujun S. 1999. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Wiriaatmadja, Rochiati, Prof.Dr. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas. PPS UPI dan Remaja Rosdakarya; Bandung

LAMPIRAN-1
DAFTAR NILAI POST TES PKN KELAS VIIIA
MATERI IDEOLOGI PANCASILA (KKM : 65)
No
Nama
Nilai
Keterangan
1
Aan Supriatna
65
Lulus
2
Ade Faujan
60
Belum Lulus
3
Aip Pahroroji
60
Belum Lulus
4
Apriyadi
60
Belum Lulus
5
Arif Rahman
65
Lulus
6
Aris Rikjayana
60
Belum Lulus
7
Asep Nahrudin
60
Belum Lulus
8
Bayu Anggara
65
Lulus
9
Dede Sudarmin
65
Lulus
10
Dede Suprianto
65
Lulus
11
Entis Sutisna
60
Belum Lulus
12
Mulyani
60
Belum Lulus
13
Mumu Munandar
60
Belum Lulus
14
Mustopa
60
Belum Lulus
15
Oji Madroji
60
Belum Lulus
16
Omi Saomi
60
Belum Lulus
17
Pahrudin


18
Pepen Apendi
65
Lulus
19
Rahman Setiawan
60
Belum Lulus
20
Ridwan Setiawan
70
Lulus
21
Samsul
60
Belum Lulus
22
Sandi Ulum
65
Lulus
23
Saripudin
65
Lulus
24
Sodik
65
Lulus
25
Suarno
60
Belum Lulus
26
Sudin
60
Belum Lulus
27
Suhendi
65
Lulus
28
Suhendri
65
Lulus
29
Suparman


30
Sutanto
60
Belum Lulus
31
Suwarno Ogi Nugroho
60
Belum Lulus
32
Syahrul Romadon
70
Lulus
33
Taopik Hidayat
65
Lulus
34
Ujang
60
Belum Lulus
35
Wahyi Ardiansyah
65
Lulus
36
Wawan Sanwani
60
Belum Lulus
37
Windu Buana
65
Lulus
38
Yuliana
70
Lulus

LAMPIRAN-2
REKAPITULASI
DAFTAR NILAI POST TES PKN KELAS VIIIA
MATERI IDEOLOGI PANCASILA (KKM : 65)

1
Jumlah Siswa Seluruhnya
36
2
Jumlah Siswa yang lulus
17
3
Jumlah siswa yang tdk lulus
19
4
Nilai Rata-rata
62,78
5
Prosentase Kelulusan
47,22
6
Prosentase Ketidaklulusan
52,78


LAMPIRAN 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS-1
Nama Sekolah                                    : SMPN 1 CADASARI
Mata Pelajaran                       : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester                      : VIII/1
Standar Kompetensi             :  1.Menampilkan Perilaku yang sesuai dengan
      Nilai-nilai    Pancasila
Kompetensi Dasar                 :  1.1 Menjelaskan Pancasila sebagai dasar
         negara dan ideologi  negara
Indikator                                 :
·         Menyimpulkan pengertian Ideologi
·         Menjelaskan fungsi Ideologi
·         Menjelaskan dimensi ideologi
·         Menjelaskan Pancasila sebagai ideologi negara
Alokasi Waktu                       : 2 x 40’ (1 x Pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran siswa dapat
·      Menyimpulkan pengertian Ideologi
·      Menjelaskan fungsi ideologi
·      Menjelaskan 3 dimensi ideologi
·      Menjelaskan Pancasila sebagai ideologi negara

II. Materi Pembelajaran

·      Pengertian Ideologi
·      Fungsi Ideologi
·      Dimensi ideologi

III. Metode Pembelajaran

Penugasan dan Questioning

IV. Langkah-langkah pembelajaran

No
Kegitan Belajar
Waktu
Keterangan
1






2



















































3
Pendahuluan
ü     Apersepsi
·            Kesiapan kelas  dalam pembelajaran
ü     Motivasi
·Penjajagan kesiapan berguru siswa
·Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
·         Siswa diberikan lembaran kertas kerja
·         Pada lembaran kertas kerja siswa diperintahkan menciptakan karangan mengenai:
ü      Cita-cita yang diinginkan
ü      Cara-cara untuk mencapai harapan tersebut
·         Setelah kegiatan di atas dianggap selesai, guru kepada beberapa siswa mengadakan tanya jawab terkait dengan “cita-cita seseorang dan cara-cara mempertahankan harapan tersebut.
·         Setalah materi tersebut dianggap cukup, selanjutnya bagikan potongan kertas  kosong yang lain
·         Minta kepada siswa menulis identitasnya dan menciptakan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran fungsi ideology dan dimensi ideology
·         Setelah selesai, tukarkan potongan kertas tersebut kepada siswa lain di sampingnya (biasanya sahabat sebangku)
·         Minta masing-masing siswa untuk menuliskan identitas dan memperlihatkan tanggapan atas pertanyaan tersebut (jawaban betul diberi nilai 100), serta memperlihatkan tanda cek (v) apabila pertanyaan tersebut perlu dibahas lebih lanjut dan memberi tanda silang (x) apabila pertanyaan tersebut tidak perlu dibahas. 
·         Kembalikan potongan  kertas tersebut kepada siswa yang menciptakan pertanyaan. Perintahkan kepada siswa untuk menilai tanggapan dari temannya (jawaban betul diberi nilai 100). Selanjutnya setiap pertanyaan siswa yang mendapat tanda cek (v) diminta untuk dibacakan secara keras.
·         Berikan respon atau tanggapan atas pertanyaan tersebut, namun terlebih dahulu harus memperlihatkan kesempatan kepada siswa yang untuk menjawabnya (terutama kepada siswa yang menciptakan pertanyaan)


Penutup
·         Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa
·         Secara gotong royong menciptakan kesimpulan
·         Melakukan refleksi pelaksanaan Tanya jawab
·         Tindak lanjut dengan memperlihatkan kiprah persiapan presentasi pertemuan selanjutnya
10







60


















































10

V. Sumber Belajar

Buku PKn Kelas VIII
UUD 1945 yang diamandemen
Media cetak dan elektronik
Lingkungan masyarakat

VI. Penilaian

a.  Teknik
     Non Tes dan Tes tulis
b.  Bentuk
     Observasi dan Esaay
c.   Instrumen penilaian
1.      Instrumen non tes dibentuk dalam bentuk lembar observasi
2.      Instrumen Esaay adalah:
1)      Apa yang dimaksud Ideologi
2)      Sebutkan fungsi Ideologi
3)      Sebutkan dan jelaskan 3 dimensi ideologi
Cadasari,       Agustus   2007

Mitra Peneliti                                      Peneliti,








            Aat Jumiat, S.Ag                                Aina Mulyana, S.Pd
            NIP. 132251720                                 NIP. 132257658

LAMPIRAN 7
PEDOMAN WAWANCARA DAN
HASIL WAWANCARA
SIKLUS-1
PEDOMAN WAWANCARA
1.      Bagaimana perasaanmu sesudah mengikuti pelajaran PKn tadi pagi?
2.      Apakah kau bahagia dengan cara pembelajaran ibarat itu?
3.      Apakah kau mengerti materi pembelajaran dengan cara pembelajaran ibarat itu?
4.      Apa kesulitan kau mengikuti pembelajaran ibarat itu

HASIL WAWANCARA
1.      Dari 4 orang siswa yang diwawancara 3 orang menyatakan bahwa mereka sangat tertarik dengan cara berguru ibarat itu dan 1 orang menyatakan biasa-biasa saja
2.      Dari 4 orang siswa yang diwawancarai 3 orang menyatakan bahagia dengan cara pembelajaran (metode Tanya Jawab ), sedangkan 1 orang menyatakan biasa-biasa saja.
3.      Dari 4 orang yang diwawancara, semuanya menyatakan bahwa cara berguru ibarat itu lebih gampang dipamahi dan lebih mendorong mereka untuk lebih banyak belajar
4.      Dari 4 orang yang diwawancara kesulitan yang mereka alami lantaran mereka tidak mempersiapkan sebelumnya materi yang akan dipelajari


LAMPIRAN 8
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS-2

Nama Sekolah                                    : SMPN 1 CADASARI
Mata Pelajaran                       : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester                      : VIII/1
Standar Kompetensi             :  1.Menampilkan Perilaku yang sesuai dengan
      Nilai-nilai    Pancasila
Kompetensi Dasar                 :  1.1 Menjelaskan Pancasila sebagai dasar
         negara dan ideologi  negara
Indikator                                 :
  • Menjelaskkan Makna Pancasila sebagai dasar Negara
  • Mengungkapkan kedudukan Pancasila selain sebagai ideologi dan dasar negara

Alokasi Waktu                       : 2 x 40’ (1 x Pertemuan)


I. Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran siswa dapat
1)      Menjelaskkan Makna Pancasila sebagai ideologi Negara
2)      Menjelaskkan Makna Pancasila sebagai dasar Negara
3)      Menjelaskan makna pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
4)      Menjelaskan Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia


II. Materi Pembelajaran

  • Makna Pancasila sebagai dasar Negara
  • Kedudukan Pancasila selain sebagai ideologi dan dasar negara

III. Metode Pembelajaran

Penugasan dan Questioning

IV. Langkah-langkah pembelajaran


No
Kegitan Belajar
Waktu
Keterangan
1







2
















































3
Pendahuluan
a.      Apersepsi
·            Kesiapan kelas  dalam pembelajaran
b.      Motivasi
·Penjajagan kesiapan berguru siswa
·Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
·         Siswa diberikan lembaran kertas kerja
·         Pada lembaran kertas kerja siswa diperintahkan menciptakan gambar bangunan, rumah atau gedung.
·         Setelah kegiatan di atas dianggap selesai guru kepada beberapa siswa mengadakan tanya jawab terkait dengan gambar yang dibentuk dan hubungannya dengan materi pembelajaran.
·         Setalah materi tersebut dianggap cukup, selanjutnya bagikan potongan kertas  kosong yang lain
·         Minta kepada siswa menulis identitasnya dan menciptakan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran “Kedudukan Pancasila selain sebagai ideologi dan dasar negara”
·         Setelah selesai, tukarkan potongan kertas tersebut kepada siswa lain di sampingnya (biasanya sahabat sebangku)
·         Minta masing-masing siswa untuk menuliskan identitas dan memperlihatkan tanggapan atas pertanyaan tersebut (jawaban betul diberi nilai 100), serta memperlihatkan tanda cek (v) apabila pertanyaan tersebut perlu dibahas lebih lanjut dan memberi tanda silang (x) apabila pertanyaan tersebut tidak perlu dibahas. 
·         Kembalikan potongan  kertas tersebut kepada siswa yang menciptakan pertanyaan. Perintahkan kepada siswa untuk menilai tanggapan dari temannya (jawaban betul diberi nilai 100). Selanjutnya setiap pertanyaan siswa yang mendapat tanda cek (v) diminta untuk dibacakan secara keras.
·         Berikan respon atau tanggapan atas pertanyaan tersebut, namun terlebih dahulu harus memperlihatkan kesempatan kepada siswa yang untuk menjawabnya (terutama kepada siswa yang menciptakan pertanyaan)

Penutup
·         Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa
·         Secara gotong royong menciptakan kesimpulan
·         Melakukan refleksi pelaksanaan kegiatan berguru yang telah dilakukan
·         Tindak lanjut dengan memperlihatkan kiprah persiapan presentasi pertemuan selanjutnya

10







60
















































10

V. Sumber Belajar

Buku PKn Kelas VIII
UUD 1945 yang diamandemen
Media cetak dan elektronik
Lingkungan masyarakat

VI. Penilaian

a.  Teknik
     Non Tes dan Tes tulis
b.  Bentuk
     Observasi dan Esaay
c.   Instrumen penilaian
1)      Instrumen non tes dibentuk dalam bentuk lembar observasi
2)      Instrumen Esaay adalah:
1.      Jelaskkan makna Pancasila sebagai ideologi Negara
2.      Jelaskkan makna Pancasila sebagai dasar Negara
3.      Jelaskan makna pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
4.      Jelaskan makna Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia

Cadasari,       September    2007
Mitra Peneliti                                      Peneliti,















            Aat Jumiat, S.Ag                                Aina Mulyana, S.Pd
            NIP. 132251720                                 NIP. 132257658


Lampiran

MEDIA PEMBELAJARAN PKN

Mata Pelajaran        : PKn
Kompetensi Dasar   : 1.1   Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara
dan ideologi  negara
Indikator                :
·               Menjelaskan arti kedudukan Pancasila sebagai dasar negara


LANGKAH PEMBELAJARAN
  1. Berikan waktu kepada siswa untuk menciptakan gambar bangunan, gedung dan sejenisnya
  2. Selanjutnya Tempelkan media tersebut pada papan tulis atau melalui LCD
  3. Adakan tanya jawab terkait media tersebut serta hubungannya dengan materi pembelajaran. Contoh pertanyaan:
a)      Apa yang didahulukan dibentuk ketika membangunan sebuah rumah atau bangunan! Berikan penjelasan
b)      Bagamaiana kondisi sebuah rumah apabila fondasinya tidak kokoh!
c)      Dengan diilustrasikan membangunan suatu negara ibarat membangun rumah yang kokoh. Menurutmu apa yang dimaksud Pancasila sebagai dasar negara!

-------------Modifikasi by Aina Mulyana, S.Pd ---------------
-----------------SMPN 1 Cadasari, Pandeglang, Banten ------------------



LAMPIRAN 11
PEDOMAN WAWANCARA DAN
HASIL WAWANCARA
SIKLUS-2
PEDOMAN WAWANCARA
1.      Bagaimana perasaanmu sesudah mengikuti pelajaran PKn tadi pagi?
2.      Apakah kau bahagia dengan cara pembelajaran ibarat itu?
3.      Apakah kau mengerti materi pembelajaran dengan cara pembelajaran ibarat itu?
4.      Apa kesulitan kau mengikuti pembelajaran ibarat itu

HASIL WAWANCARA
1.      Dari 3 orang siswa yang diwawancara semuanya menyatakan bahwa mereka tertarik dengan cara berguru ibarat itu
2.      Dari 3 orang siswa yang diwawancarai semuanya menyatakan bahagia dengan cara pembelajaran (metode Tanya Jawab )
3.      Dari 3 orang yang diwawancara, pada umumnya menyatakan bahwa cara berguru ibarat itu lebih mendorong mereka untuk lebih banyak berguru lantaran selain aib kalau tidak sanggup menjawab mereka juga mempunyai keinginan untuk mendapat nilai yang lebih baik
4.      Dari 3 orang yang diwawancara kesulitan yang mereka alami karena:
-                tidak mempersiapkan sebelumnya materi yang akan dipelajari.
-                Materi Idelogi Pancasila dan buku paket yang membahas materi itu agak sulit untuk dimengerti.







LAMPIRAN 12
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS-3

Nama Sekolah                                    : SMPN 1 CADASARI
Mata Pelajaran                       : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester                      : VIII/1
Standar Kompetensi             :  1.  Menampilkan sikap yang sesuai dengan nilai-
         nilai Pancasila
Kompetensi Dasar                 :  1.2 Menguraikan nilai-nilai Pancasila sebagai
         Dasar negara dan ideologi  negara
Indikator                                 :
·         Menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila 
·         Menjelaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial budaya di masyarakat  Indonesia
Alokasi Waktu                       : 2 x 40’ (1 x Pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran siswa dapat
1)      Memberikan contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-1 Pancasila
2)      Memberikan contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-2 Pancasila
3)      Memberikan contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-3 Pancasila
4)      Memberikan contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-4 Pancasila
5)      Memberikan contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-5 Pancasila
6)      Mengungkapkan nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam buku Sutasoma
7)      Memberikan contoh nilai-nilai masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila Pancasila

II. Materi Pembelajaran

·      Nilai-nilai Pancasila

III. Metode Pembelajaran

Penugasan dan Questioning

IV. Langkah-langkah pembelajaran


No
Kegitan Belajar
Waktu
Keterangan
1






2



































3
Pendahuluan
ü     Apersepsi
·    Kesiapan kelas  dalam pembelajaran
ü     Motivasi
·Penjajagan kesiapan berguru siswa
·Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
  • Siswa dibagi menjadi 5 kelompok
  • Setiap kelompok mendapat kiprah menciptakan karangan:
ü      Kel 1 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-1
ü      Kel 2 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-2
ü      Kel 3 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-3
ü      Kel 4 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-4
ü      Kel 5 menciptakan karangan perbuatan yang mengamalkan dan tidak mengamalkan pancasila sila Ke-5
  • Guru memfasilitasi siswa membahas hasil kegiatan mengarang dengan model tanya jawab.
  • Guru memberikan materi dan mengadakan tanya jawab wacana nilai-nilai Pancasila dalam buku Sutasoma dan nilai-nilai masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

Penutup
·         Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa (LK)
·         Secara gotong royong menciptakan kesimpulan
·         Melakukan refleksi pelaksanaan Tanya jawab
·         Tindak lanjut dengan memperlihatkan kiprah persiapan presentasi pertemuan selanjutnya

10







60


































10

V. Sumber Belajar

Buku PKn Kelas VIII
UUD 1945 yang diamandemen
Media cetak dan elektronik
Lingkungan masyarakat

VI. Penilaian

a.  Teknik
     Non Tes dan Tes tulis
b.  Bentuk
     Observasi dan Esaay
c.   Instrumen penilaian
1)      Instrumen non tes dibentuk dalam bentuk lembar observasi
2)      Instrumen Esaay adalah:
1.      Berikan 3 contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-1 Pancasila
2.      Berikan 3 contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-2 Pancasila
3.      Berikan 3 contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-3 Pancasila
4.      Berikan 3 contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-4 Pancasila
5.      Berikan 3 contoh nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-5 Pancasila
6.      Tuliskan nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam buku Sutasoma
7.      Berikan contoh nilai-nilai masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila Pancasila
Cadasari,       September    2007
Mitra Peneliti                                      Peneliti,














            Aat Jumiat, S.Ag                                Aina Mulyana, S.Pd
            NIP. 132251720                                 NIP. 132257658


LAMPIRAN 15
PEDOMAN WAWANCARA DAN
HASIL WAWANCARA
SIKLUS-3
PEDOMAN WAWANCARA
1.      Bagaimana perasaanmu sesudah mengikuti pelajaran PKn tadi pagi?
2.      Apakah kau bahagia dengan cara pembelajaran ibarat itu?
3.      Apakah kau mengerti materi pembelajaran dengan cara pembelajaran ibarat itu?
4.      Apa kesulitan kau mengikuti pembelajaran ibarat itu

HASIL WAWANCARA
1.      Dari 4 orang siswa yang diwawancara umumnya mereka menyatakan bahwa mereka sangat tertarik dengan cara berguru ibarat (metode Tanya Jawab )
2.      Dari 4 orang siswa yang diwawancarai seluruhnya menyatakan bahagia dengan cara pembelajaran (metode Tanya Jawab )
3.      Dari 4 orang yang diwawancara, pada umumnya menyatakan bahwa cara berguru ibarat itu lebih mendorong mereka untuk lebih banyak berguru
4.      Dari 4 orang yang diwawancara kesulitan yang mereka alami dalam mempelajari materi ini, mereka menyatakan tidak terlalu banyak kesulitan lantaran materinya dianggap lebih gampang daripada materi pada pertemuan sebelumnya.





LAMPIRAN 16

JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
MATA PELAJARAN PKN
SMPN 1 CADASARI PANDEGLANG
TAHUN PELAJARAN 2007/2008

No

Kegiatan
Bulan
Agust’07
Sept’07
Okt’07



1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4

1
Persiapan Penelitian














1. Identifikasi Masalah
V













2. Diskusi Penentuan Permasalahan
V













3. Pembuatan Proposal Kegiatan

V












4. Studi Pendahuluan

v


























2
Pelaksanaan Penelitian














1. Penentuan Rencana Tindakan


V











2. Pelaksanaan Rencana Tindakan



V
v
V








3. Observasi



V
v
V








4. Refleksi



V
v
V






















3
Pengolahan Data



v
v
v






















4
Penyusunan Laporan














1. Penyusunan Draf Penelitian







v
V





2. Penyempurnaan Draf








v





3. Finishing










V
V



LAMPIRAN 14
DAFTAR NILAI HASIL POST TES (SIKLUS-1)

MATA PELAJARAN
: PKN


MATERI
: IDEOLOGI PANCASILA

KKM
: 65

No
Nama
Nilai
Keterangan
1
Aan Supriatna
65
Lulus
2
Ade Faujan
65
Lulus
3
Aip Pahroroji
60
Belum Lulus
4
Apriyadi
60
Belum Lulus
5
Arif Rahman
65
Lulus
6
Aris Rikjayana
60
Belum Lulus
7
Asep Nahrudin
60
Belum Lulus
8
Bayu Anggara
75
Lulus
9
Dede Sudarmin
65
Lulus
10
Dede Suprianto
65
Lulus
11
Entis Sutisna
60
Belum Lulus
12
Mulyani
60
Belum Lulus
13
Mumu Munandar
60
Belum Lulus
14
Mustopa
60
Belum Lulus
15
Oji Madroji
60
Belum Lulus
16
Omi Saomi
60
Belum Lulus
17
Pahrudin


18
Pepen Apendi
65
Lulus
19
Rahman Setiawan
70
Lulus
20
Ridwan Setiawan
80
Lulus
21
Samsul
60
Belum Lulus
22
Sandi Ulum
65
Lulus
23
Saripudin
65
Lulus
24
Sodik
65
Lulus
25
Suarno
60
Belum Lulus
26
Sudin
60
Belum Lulus
27
Suhendi
65
Lulus
28
Suhendri
65
Lulus
29
Suparman


30
Sutanto
60
Belum Lulus
31
Suwarno Ogi Nugroho
60
Belum Lulus
32
Syahrul Romadon
80
Lulus
33
Taopik Hidayat
75
Lulus
34
Ujang
60
Belum Lulus
35
Wahyi Ardiansyah
75
Lulus
36
Wawan Sanwani
65
Lulus
37
Windu Buana
65
Lulus
38
Yuliana
80
Lulus

Rata-Rata
65

DAFTAR NILAI HASIL POST TES (SIKLUS-2)


MATA PELAJARAN
: PKN


MATERI
: IDEOLOGI PANCASILA

KKM
: 65

No
Nama
Nilai
Keterangan
1
Aan Supriatna
75
Lulus
2
Ade Faujan
65
Lulus
3
Aip Pahroroji
65
Lulus
4
Apriyadi
65
Lulus
5
Arif Rahman
65
Lulus
6
Aris Rikjayana
60
Belum Lulus
7
Asep Nahrudin
70
Lulus
8
Bayu Anggara
75
Lulus
9
Dede Sudarmin
65
Lulus
10
Dede Suprianto
65
Lulus
11
Entis Sutisna
65
Lulus
12
Mulyani
65
Lulus
13
Mumu Munandar
70
Lulus
14
Mustopa
65
Lulus
15
Oji Madroji
60
Belum Lulus
16
Omi Saomi
60
Belum Lulus
17
Pahrudin


18
Pepen Apendi
65
Lulus
19
Rahman Setiawan
70
Lulus
20
Ridwan Setiawan
80
Lulus
21
Samsul
60
Belum Lulus
22
Sandi Ulum
65
Lulus
23
Saripudin
75
Lulus
24
Sodik
65
Lulus
25
Suarno
65
Lulus
26
Sudin
60
Belum Lulus
27
Suhendi
65
Lulus
28
Suhendri
65
Lulus
29
Suparman


30
Sutanto
60
Belum Lulus
31
Suwarno Ogi Nugroho
60
Belum Lulus
32
Syahrul Romadon
85
Lulus
33
Taopik Hidayat
75
Lulus
34
Ujang
60
Belum Lulus
35
Wahyi Ardiansyah
75
Lulus
36
Wawan Sanwani
65
Lulus
37
Windu Buana
75
Lulus
38
Yuliana
80
Lulus

Rata-Rata
67,36


DAFTAR NILAI HASIL POST TES (SIKLUS-3)


MATA PELAJARAN
: PKN


MATERI
: IDEOLOGI PANCASILA

KKM
: 65

No
Nama
Nilai
Keterangan
1
Aan Supriatna
75
Lulus
2
Ade Faujan
75
Lulus
3
Aip Pahroroji
75
Lulus
4
Apriyadi
65
Lulus
5
Arif Rahman
65
Lulus
6
Aris Rikjayana
65
Lulus
7
Asep Nahrudin
70
Lulus
8
Bayu Anggara
75
Lulus
9
Dede Sudarmin
75
Lulus
10
Dede Suprianto
75
Lulus
11
Entis Sutisna
65
Lulus
12
Mulyani
65
Lulus
13
Mumu Munandar
70
Lulus
14
Mustopa
65
Lulus
15
Oji Madroji
60
Belum Lulus
16
Omi Saomi
60
Belum Lulus
17
Pahrudin


18
Pepen Apendi
65
Lulus
19
Rahman Setiawan
70
Lulus
20
Ridwan Setiawan
80
Lulus
21
Samsul
65
Lulus
22
Sandi Ulum
65
Lulus
23
Saripudin
75
Lulus
24
Sodik
65
Lulus
25
Suarno
65
Lulus
26
Sudin
75
Lulus
27
Suhendi
75
Lulus
28
Suhendri
75
Lulus
29
Suparman


30
Sutanto
65
Lulus
31
Suwarno Ogi Nugroho
65
Lulus
32
Syahrul Romadon
85
Lulus
33
Taopik Hidayat
75
Lulus
34
Ujang
65
Lulus
35
Wahyi Ardiansyah
75
Lulus
36
Wawan Sanwani
75
Lulus
37
Windu Buana
75
Lulus
38
Yuliana
85
Lulus

Rata-Rata
70,56


REKAPITULASI HASIL POST TES
SIKLUS 1, 2 DAN 3

No
Keterangan
Siklus-1
Siklus-2
Siklus-3
1
Jumlah Siswa Seluruhnya
36
36
36
2
Jumlah Siswa yang lulus
20
28
34
3
Jumlah siswa yang tdk lulus
16
8
2
4
Nilai Rata-rata
65
67,36
67,36
5
Prosentase Kelulusan
55,56
77,78
94,44
6
Prosentase Ketidaklulusan
44,44
22,22
5,56


BIODATA PENULIS

A. Identitas
Nama                                             : AINA MULYANA, S.PD
NIP                                               : 132 257 658
Pangkat/Golongan                                    : Penata Tk. I / III d
Jabatan                                          : Guru Mata Pelajaran PKn
Unit Kerja                                     : Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Cadasari
Alamat Unit Kerja                                    : Jl. Rego Km. 04 Cikentrung, Cadasari
                                                              Kabupaten Pandeglang
Alamat Rumah                              : Kp Ganjur RT.03/04 Saketi, Pandeglang
                                                    
                                                        Phone   0253 401730
B. Pendidikan yang telah ditempuh1. SD Ciandur I Lulusan Tahun 1984
2. SMPN 1 Saketi Lulusan Tahun 1987
3. SPG Negeri Pandeglang Lulusan Tahun 1990
4. S-1 IKIP Bandung Lulusan Tahun 1998
C. Pengalaman dan Penghargaan
1.  Guru SMPN 1 Cadasari mulai tahun 2000 hingga dengan sekarang
2.  Instruktur Pelatihan Mapel PKn Tingkat Propinsi Banten Th. 2004-2007
3.  Instruktur Pelatihan Mapel PKn Tingkat Nasional Th. 2006-2007
4.  Ketua MGMP Kabupaten Pandeglang Mapel PKn 2006-2009
5.  Guru Inti PKn Kabupaten Pandeglang Th.  2006-2007
6.  Anggota Tim Pengembang Kurikulum Propinsi Banten Th. 2006-2007
7.  Juara 1 Lomba Simposium Guru Tingkat Nasional Tahun 2005
8.  Juara 2 Lomba Inovasi Pembelajaran Tk Nasional Tahun 2006
9.  Anggota Tim Monitoring dan Suvervisi SSN Tk. Nasional Tahun 2006
10.  Anggota Tim Penyusun Buku Tes Diagnostik Direktorat PSMP Th. 2007
***------****

Bagi Anda yang ingin mendownload Contoh PTK di atas, silahkan melalui link download di bawah ini


DOWNLOAD CONTOH PTK atau PENELITIAN TINDAKAN KELAS LENGKAP 

Bagi Anda Yang Membutuhkan Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas Mata Pelajaran PKN Sekolah Menengah Pertama memalui Link Di Bawah Ini 

DOWNLOAD CONTOH PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATA PELAJARAN PKN PPKN SMP

DOWNLOAD RPP PPKN Sekolah Menengah Pertama LENGKAP BERDASARKAN KURIKULUM 2013

Demikian info wacana Contoh PTK, semoga bermanfaat. 

=================================





= Baca Juga =



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel